Monday, May 19, 2014

Etika Meminjam Barang Perlengkapan Mendaki Gunung

Savana Sembalun Rinjani 2012

Etika, apa yang kita pikirkan pertama kali mendengar atau membaca kata tersebut. Menurut KBBI etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral. Segala sesuatu yang dikerjakan sesuai etika pasti tujuannya baik dan berharap hasilnya akan baik pula. Tidak tertulis memang, tapi kiranya kita bisa mengira-ngira.

Hobi kita mendaki gunung juga tak bisa lepas dari hal tersebut. Dalam hal ini saya menulis berkaitan dengan kebiasaan kita meminjam perlengkapan dari teman kita sendiri. Bisa juga meminjam barang dari temannya kita sendiri melalui kita. Apa kaitannya dengan etika?. Monggo disimak

Untuk tujuan kenyamanan dan keamanan, terkadang kita para pendaki akan melengkapi kebutuhannya tersebut secara maksimal, salah satu diantaranya dengan meminjam peralatan dari orang lain. Tujuan utamanya tentu saja untuk mensubtitusi perlengkapan mereka yang sudah tidak layak ataupun untuk melengkapi yang belum ada. Selain praktis dan tidak membutuhkan nilai ekonomis yang tinggi, hal ini terjadi karena kebiasaan yang lama alias males punya walaupun ngetrip tetep lanjar jaya. Menurut pribadi saya sendiri, meminjam barang punya orang lain khususnya peralatan pendakiannya berarti semakin berat juga tanggung jawab membawa dan menyimpannya daripada milik pribadi sendiri. Kita harus menjaganya semaksimal mungkin dan merawatnya sebaik sang tuan barang punya. Setidaknya dengan meminjam barang dari teman sendiri kita akan sedikit banyak tau cara sang tuan barang mendapatkan barang dan merawatnya. Kalaupun belum tau banyak tentang si tuan barang merawatnya, sekarang ini pasti banyak informasi tentang perawatan barang pendakian, rajin-rajinlah membaca dan bertanya, pasti banyak sumber informasinya.

Tidak perlu memandang dan membandingkan nilai ekonomis suatu barang yang kita pinjam. Pandanglah fungsi dan keutuhan suatu barang yang kita pinjam tersebut. Kepercayaan itu sangatlah mahal buat saya, untuk itu jagalah kepercayaan yang orang lain berikan kepada kita. Well, terus bagaimana tata cara meminjam barang tersebut :

  1. Pertama, yakinlah barang yang akan kita pinjam itu sesuai fungsi yang akan kita gunakan dilapangan atau tidak. Jangan sampai barang tersebut hanya akan menjadi beban perjalanan semata tanpa digunakan secara maksimal
  2. Gunakanlah bahasa yang santun dan tidak memaksa. It's important to make a great first impressions, salah satunya ya seperti itu. Bagaimana kita mau percaya untuk meminjamkan barang kita kalau bahasa yang mereka gunakanpun tidak enak didengar oleh kita.
  3. Setelah terjadi kesepakatan antara sang pemilik dan sang peminjam barang selanjutnya pastikan bersama-sama tentang kondisi barang, coba mulai cek bagian per bagian untuk mengamati kondisi awal barang yang nantinya akan kita pinjam. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan setelah barang selesai kita pinjam, misalnya barang rusak sebelum dipakai, akan tetapi sama-sama tidak teliti waktu meminjamkannya dan meminjamnya nanti terkesan kita tidak merawatnya. Hal ini penting untuk sang peminjam barang dan yang memberi pinjaman. Yang meminjamkan juga harus jujur akan kondisi barang sebenarnya kalau memang di awal sebenarnya sudah terdapat kerusakan pada barangnya.
  4. Sebelum dibawa, cobala cek cara pengoprasian barangnya. Jika kita belum tau dengan baik cara mengoprasikan barangnya ataupun kita menebak-nebak saja, sebaiknya kita tanya kepada sang pemilik biar nantinya di lapangan kita bisa langsung sigap menggunakannya dan untuk menghindari barang rusak karena ketidakjelian kita tentang cara kerja pengoprasian barang tersebut. GAK USAH MALU!
  5. Setelah barang dibawa, berarti barang tersebut 100% tanggung jawab kita si peminjam. Gunakanlah semestinya seperti yang sudah digambarkan si pemilik tadi dan gunakanlah seapik mungkin.
  6. Namanya kita main di alam terbuka pasti tidak terlepas dari debu dan kotoran. Untuk itu setelah kita memakainya usahakan kembali dengan bersih seperti semula. Barang-barang yang kita pinjam terkadang punya pengkhususan dalam mencuci atau merawatnya, untuk itu dari awal kita semestinya sudah cari tau tentang cara-cara yang benar mencuci atau merawat perlengkapan yang kita pinjam. Bisa bertanya kepada si pemilik atau bisa juga mencari informasi di tempat lain. Kita sudah diberikan kepercayaan untuk memakai dan menjaga barang teman kita sendiri, alangkah baiknya dan semestinya kita berkewajiban untuk menuang kepercayaan itu kembali tanpa diminta.
  7. Dalam kondisi barang yang kita pinjam itu dilapangan ternyata terjadi kerusakan ataupun hilang, segera beritahukan kepada sang pemilik tentang kondisi di lapangan. Jelaskan dengan cara yang santun, sopan dan tanamkan dalam diri bahwa kita berkewajiban untuk menggantinya atau memperbaikinya tanpa diminta oleh sang pemilik.
Kepercayaan yang diberikan orang lain itu mahal harganya, untuk lisan yang kalian jaga, untuk barang yang kita pakai, untuk segala sesuatu yang tidak terwujud. Jagalah sebagaimana kami jaga kepercayaan tersebut.

Salam lestari
@damarsantosa

Thursday, May 15, 2014

Pentingnya Sepatu Sebagai Penunjang Aktifitas Pendakian Gunung


Kegiatan mendaki gunung sekarang sedang populer. Senang pastinya punya teman-teman baru penyuka hobi kegiatan alam terbuka yang satu ini. Tapi gunung sekarang seperti pasar, ramai sekali, sudah tidak seenak dulu. Adalah naif sekali kita jikalau sampai punya pemikiran seperti itu. Bumi ini buah karya Tuhan yang selakyaknya kita jaga dan kita nikmati keindahanya, tak terkecuali para pecinta keindahan di atas gunung. Soal sampah yang kadang para pendaki lalaikan di atas sana mungkin akan saya tulis lagi di cerita yang lain, yang perlu kita lakukan adalah merangkul mereka, memberi edukasi kepada mereka tentang pentingnya menjaga lingkungan tempat kita berada atau yang pernah kita singgahi agar tetap lestari. Berlaku di semua tempat tidak hanya di gunung semata.


Hobi yang satu ini tidak hanya membutuhkan kondisi fisik dan stamina yang baik, akan tetapi juga perlu ditunjang dengan perlengkapan dan peralatan yang cukup. Peralatan yang cukup itu seperti apa?. Tidak akan pernah ada orang yang mampu menandingi kekuatan alam, itu yang saya pegang dari dulu. Untuk itu, guna memberikan kelancaran kita dalam melakukan aktifitas ruang terbuka khususnya aktifitas pendakian gunung diperlukan peralatan yang bisa meminimalisir accident yang bisa saja muncul sewaktu-waktu. Bagaimana kita mau menjaga lingkungan di sekitar kita jikalau kita sendiri tidak merasa nyaman dan aman waktu melakukan aktifitas ini. Bahaya bisa mingancam kita dari ujung kepala hingga ujung kaki dan bisa terjadi kapan saja.

Kaki merupakan bagian tubuh dari kita yang kerjanya paling berat dalam melakukan aktifitas pendakian gunung, untuk itu tidak ada salahnya kita berikan perhatian yang lebih besar terhadap alat pelaju kinetik kita ini dalam melakukan perjalanan selama pendakian. Seberapa hebat medan yang kita hafal, alam akan mampu merubahnya sewaktu-waktu tanpa kita mau, ketidaktahuan medan yang akan kita lalui akan lebih besar pula resiko terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan kedepan. Bahkan bahaya dapat mengancam kita sewaktu-waktu di tempat yang kita pikir "aman-aman saja".

Sebagai komponen yang sangat penting dalam melakukan kegiatan mendaki gunung ini, kaki juga berhak diberikan penopang yang nyaman dan aman pula guna menopang berat kerja kaki kita. Memakai sepatu akan lebih nyaman dan aman untuk kita dalam menopang kaki kita sewaktu melakukan perjalanan pendakian gunung. Sepatu lebih bisa melindungi bagian-bagian penting dari telapak kaki kita. Lalu bagaimana dengan sandal? saya sendiri tidak pernah merasa nyaman ketika melakukan perjalanan pendakian gunung dengan menggunakan sandal saja, akan tetapi jika kita sudah sampai di campsite yang kita tuju, sandal bisa saja dipakai agar lebih ringkas dalam melakukan aktifitas kita disekitar tenda. Kenapa sandal tidak saya rekomendasikan untuk digunakan selama aktifitas perjalanan pendakian gunung sampai kita tiba di campsite?, karena sandal tidak akan bisa mengcover bagian telapak sampai mata kaki kita sehingga ancaman cedera akan lebih besar pula daripada kita menggunakan sepatu sebagai alas kaki kita. Saya tidak habis pikir alasan beberapa pendaki menolak memakai sepatu karena bisa menyebabkan lecet dan merasa tidak nyaman. Mungkin mereka punya pengalaman tidak mengenakkan sewaktu pertama kalinya melakukan perjalanan menggunakan sepatu. Salah memilih sepatu karena kurangnya informasi dan ketidakmauan mencari informasi itu sendiri yang mungkin menyebabkan mereka kapok untuk memakai sepatu lagi dan kembali lagi menggunakan sandal. Kalau kaki kalian sudah sekeras batu dan setajam akar-akar pohon yang menonjol di hutan belantara ya monggo, cukup baca sampai disini dan teruslah memakai sandal, akan tetapi kalau kalian ingin melindungi kaki kalian untuk setidaknya meminimalisir kejadian cedera yang bisa datang kapan saja dan tidak ingin merepotkan diri sendiri serta teman seperjalanan kalau kalian cedera sewaktu-waktu, silakan teruskan kembali membaca coretan saya selanjutnya.

Selanjutnya, bagaimana kita memilih sepatu hiking. Beberapa tips ini mungkin akan memberikan gambaran cara memilih sepatu yang akan digunakan dalam menemani hobi kita mendaki gunung.

Bagian-bagian sepatu yang perlu dikenali :


  • Padding engkel : Berguna untuk melindungi bagian belakang dari engkel kaki kita
  • Backstray : Melindungi tendon aciles belakang kaki kita dan melindungi jahitan sepatu bagian belakang karena kemungkinan friksi terkena batuan dan benda-benda keras lainnya
  • Lidah Sepatu : Melindungi bagian atas dari kita
  • Outsole : Bagian yang bersentuhan langsung dengan bidang yang akan kita lalui dan berfungsi memberikan traksi antara kaki kita dan permukaan tanah, batu dan lain-lain
  • Midsole : Terletak antara Outsole dan Insole yang berfungsi sebagai peredam antara kaki kita dengan permukaan bidang yang akan kita lalui
  • Upper : Bagian yang melindungi permukaan kaki kita termasuk bagian engkel kaki. Untuk sepatu yang waterproof, bagian yang membuat sepatu kita waterproof terletak pada bagian ini
  • Rubber toe bumper : Seperi namanya, bagian ini berfungsi melindungi dan meredam ujung kaki kita terhadap dampak terkena benturan batu, akar, dll. 
  • Insole(tidak terdapat digambar) : Bagian yang bersentuhan langsung dengan telapak kaki kita. Insole yang nyaman akan membuat kaki kita juga makin terasa nyaman untuk memijak.