Monday, May 19, 2014

Etika Meminjam Barang Perlengkapan Mendaki Gunung

Savana Sembalun Rinjani 2012

Etika, apa yang kita pikirkan pertama kali mendengar atau membaca kata tersebut. Menurut KBBI etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral. Segala sesuatu yang dikerjakan sesuai etika pasti tujuannya baik dan berharap hasilnya akan baik pula. Tidak tertulis memang, tapi kiranya kita bisa mengira-ngira.

Hobi kita mendaki gunung juga tak bisa lepas dari hal tersebut. Dalam hal ini saya menulis berkaitan dengan kebiasaan kita meminjam perlengkapan dari teman kita sendiri. Bisa juga meminjam barang dari temannya kita sendiri melalui kita. Apa kaitannya dengan etika?. Monggo disimak

Untuk tujuan kenyamanan dan keamanan, terkadang kita para pendaki akan melengkapi kebutuhannya tersebut secara maksimal, salah satu diantaranya dengan meminjam peralatan dari orang lain. Tujuan utamanya tentu saja untuk mensubtitusi perlengkapan mereka yang sudah tidak layak ataupun untuk melengkapi yang belum ada. Selain praktis dan tidak membutuhkan nilai ekonomis yang tinggi, hal ini terjadi karena kebiasaan yang lama alias males punya walaupun ngetrip tetep lanjar jaya. Menurut pribadi saya sendiri, meminjam barang punya orang lain khususnya peralatan pendakiannya berarti semakin berat juga tanggung jawab membawa dan menyimpannya daripada milik pribadi sendiri. Kita harus menjaganya semaksimal mungkin dan merawatnya sebaik sang tuan barang punya. Setidaknya dengan meminjam barang dari teman sendiri kita akan sedikit banyak tau cara sang tuan barang mendapatkan barang dan merawatnya. Kalaupun belum tau banyak tentang si tuan barang merawatnya, sekarang ini pasti banyak informasi tentang perawatan barang pendakian, rajin-rajinlah membaca dan bertanya, pasti banyak sumber informasinya.

Tidak perlu memandang dan membandingkan nilai ekonomis suatu barang yang kita pinjam. Pandanglah fungsi dan keutuhan suatu barang yang kita pinjam tersebut. Kepercayaan itu sangatlah mahal buat saya, untuk itu jagalah kepercayaan yang orang lain berikan kepada kita. Well, terus bagaimana tata cara meminjam barang tersebut :

  1. Pertama, yakinlah barang yang akan kita pinjam itu sesuai fungsi yang akan kita gunakan dilapangan atau tidak. Jangan sampai barang tersebut hanya akan menjadi beban perjalanan semata tanpa digunakan secara maksimal
  2. Gunakanlah bahasa yang santun dan tidak memaksa. It's important to make a great first impressions, salah satunya ya seperti itu. Bagaimana kita mau percaya untuk meminjamkan barang kita kalau bahasa yang mereka gunakanpun tidak enak didengar oleh kita.
  3. Setelah terjadi kesepakatan antara sang pemilik dan sang peminjam barang selanjutnya pastikan bersama-sama tentang kondisi barang, coba mulai cek bagian per bagian untuk mengamati kondisi awal barang yang nantinya akan kita pinjam. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan setelah barang selesai kita pinjam, misalnya barang rusak sebelum dipakai, akan tetapi sama-sama tidak teliti waktu meminjamkannya dan meminjamnya nanti terkesan kita tidak merawatnya. Hal ini penting untuk sang peminjam barang dan yang memberi pinjaman. Yang meminjamkan juga harus jujur akan kondisi barang sebenarnya kalau memang di awal sebenarnya sudah terdapat kerusakan pada barangnya.
  4. Sebelum dibawa, cobala cek cara pengoprasian barangnya. Jika kita belum tau dengan baik cara mengoprasikan barangnya ataupun kita menebak-nebak saja, sebaiknya kita tanya kepada sang pemilik biar nantinya di lapangan kita bisa langsung sigap menggunakannya dan untuk menghindari barang rusak karena ketidakjelian kita tentang cara kerja pengoprasian barang tersebut. GAK USAH MALU!
  5. Setelah barang dibawa, berarti barang tersebut 100% tanggung jawab kita si peminjam. Gunakanlah semestinya seperti yang sudah digambarkan si pemilik tadi dan gunakanlah seapik mungkin.
  6. Namanya kita main di alam terbuka pasti tidak terlepas dari debu dan kotoran. Untuk itu setelah kita memakainya usahakan kembali dengan bersih seperti semula. Barang-barang yang kita pinjam terkadang punya pengkhususan dalam mencuci atau merawatnya, untuk itu dari awal kita semestinya sudah cari tau tentang cara-cara yang benar mencuci atau merawat perlengkapan yang kita pinjam. Bisa bertanya kepada si pemilik atau bisa juga mencari informasi di tempat lain. Kita sudah diberikan kepercayaan untuk memakai dan menjaga barang teman kita sendiri, alangkah baiknya dan semestinya kita berkewajiban untuk menuang kepercayaan itu kembali tanpa diminta.
  7. Dalam kondisi barang yang kita pinjam itu dilapangan ternyata terjadi kerusakan ataupun hilang, segera beritahukan kepada sang pemilik tentang kondisi di lapangan. Jelaskan dengan cara yang santun, sopan dan tanamkan dalam diri bahwa kita berkewajiban untuk menggantinya atau memperbaikinya tanpa diminta oleh sang pemilik.
Kepercayaan yang diberikan orang lain itu mahal harganya, untuk lisan yang kalian jaga, untuk barang yang kita pakai, untuk segala sesuatu yang tidak terwujud. Jagalah sebagaimana kami jaga kepercayaan tersebut.

Salam lestari
@damarsantosa

Thursday, May 15, 2014

Pentingnya Sepatu Sebagai Penunjang Aktifitas Pendakian Gunung


Kegiatan mendaki gunung sekarang sedang populer. Senang pastinya punya teman-teman baru penyuka hobi kegiatan alam terbuka yang satu ini. Tapi gunung sekarang seperti pasar, ramai sekali, sudah tidak seenak dulu. Adalah naif sekali kita jikalau sampai punya pemikiran seperti itu. Bumi ini buah karya Tuhan yang selakyaknya kita jaga dan kita nikmati keindahanya, tak terkecuali para pecinta keindahan di atas gunung. Soal sampah yang kadang para pendaki lalaikan di atas sana mungkin akan saya tulis lagi di cerita yang lain, yang perlu kita lakukan adalah merangkul mereka, memberi edukasi kepada mereka tentang pentingnya menjaga lingkungan tempat kita berada atau yang pernah kita singgahi agar tetap lestari. Berlaku di semua tempat tidak hanya di gunung semata.


Hobi yang satu ini tidak hanya membutuhkan kondisi fisik dan stamina yang baik, akan tetapi juga perlu ditunjang dengan perlengkapan dan peralatan yang cukup. Peralatan yang cukup itu seperti apa?. Tidak akan pernah ada orang yang mampu menandingi kekuatan alam, itu yang saya pegang dari dulu. Untuk itu, guna memberikan kelancaran kita dalam melakukan aktifitas ruang terbuka khususnya aktifitas pendakian gunung diperlukan peralatan yang bisa meminimalisir accident yang bisa saja muncul sewaktu-waktu. Bagaimana kita mau menjaga lingkungan di sekitar kita jikalau kita sendiri tidak merasa nyaman dan aman waktu melakukan aktifitas ini. Bahaya bisa mingancam kita dari ujung kepala hingga ujung kaki dan bisa terjadi kapan saja.

Kaki merupakan bagian tubuh dari kita yang kerjanya paling berat dalam melakukan aktifitas pendakian gunung, untuk itu tidak ada salahnya kita berikan perhatian yang lebih besar terhadap alat pelaju kinetik kita ini dalam melakukan perjalanan selama pendakian. Seberapa hebat medan yang kita hafal, alam akan mampu merubahnya sewaktu-waktu tanpa kita mau, ketidaktahuan medan yang akan kita lalui akan lebih besar pula resiko terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan kedepan. Bahkan bahaya dapat mengancam kita sewaktu-waktu di tempat yang kita pikir "aman-aman saja".

Sebagai komponen yang sangat penting dalam melakukan kegiatan mendaki gunung ini, kaki juga berhak diberikan penopang yang nyaman dan aman pula guna menopang berat kerja kaki kita. Memakai sepatu akan lebih nyaman dan aman untuk kita dalam menopang kaki kita sewaktu melakukan perjalanan pendakian gunung. Sepatu lebih bisa melindungi bagian-bagian penting dari telapak kaki kita. Lalu bagaimana dengan sandal? saya sendiri tidak pernah merasa nyaman ketika melakukan perjalanan pendakian gunung dengan menggunakan sandal saja, akan tetapi jika kita sudah sampai di campsite yang kita tuju, sandal bisa saja dipakai agar lebih ringkas dalam melakukan aktifitas kita disekitar tenda. Kenapa sandal tidak saya rekomendasikan untuk digunakan selama aktifitas perjalanan pendakian gunung sampai kita tiba di campsite?, karena sandal tidak akan bisa mengcover bagian telapak sampai mata kaki kita sehingga ancaman cedera akan lebih besar pula daripada kita menggunakan sepatu sebagai alas kaki kita. Saya tidak habis pikir alasan beberapa pendaki menolak memakai sepatu karena bisa menyebabkan lecet dan merasa tidak nyaman. Mungkin mereka punya pengalaman tidak mengenakkan sewaktu pertama kalinya melakukan perjalanan menggunakan sepatu. Salah memilih sepatu karena kurangnya informasi dan ketidakmauan mencari informasi itu sendiri yang mungkin menyebabkan mereka kapok untuk memakai sepatu lagi dan kembali lagi menggunakan sandal. Kalau kaki kalian sudah sekeras batu dan setajam akar-akar pohon yang menonjol di hutan belantara ya monggo, cukup baca sampai disini dan teruslah memakai sandal, akan tetapi kalau kalian ingin melindungi kaki kalian untuk setidaknya meminimalisir kejadian cedera yang bisa datang kapan saja dan tidak ingin merepotkan diri sendiri serta teman seperjalanan kalau kalian cedera sewaktu-waktu, silakan teruskan kembali membaca coretan saya selanjutnya.

Selanjutnya, bagaimana kita memilih sepatu hiking. Beberapa tips ini mungkin akan memberikan gambaran cara memilih sepatu yang akan digunakan dalam menemani hobi kita mendaki gunung.

Bagian-bagian sepatu yang perlu dikenali :


  • Padding engkel : Berguna untuk melindungi bagian belakang dari engkel kaki kita
  • Backstray : Melindungi tendon aciles belakang kaki kita dan melindungi jahitan sepatu bagian belakang karena kemungkinan friksi terkena batuan dan benda-benda keras lainnya
  • Lidah Sepatu : Melindungi bagian atas dari kita
  • Outsole : Bagian yang bersentuhan langsung dengan bidang yang akan kita lalui dan berfungsi memberikan traksi antara kaki kita dan permukaan tanah, batu dan lain-lain
  • Midsole : Terletak antara Outsole dan Insole yang berfungsi sebagai peredam antara kaki kita dengan permukaan bidang yang akan kita lalui
  • Upper : Bagian yang melindungi permukaan kaki kita termasuk bagian engkel kaki. Untuk sepatu yang waterproof, bagian yang membuat sepatu kita waterproof terletak pada bagian ini
  • Rubber toe bumper : Seperi namanya, bagian ini berfungsi melindungi dan meredam ujung kaki kita terhadap dampak terkena benturan batu, akar, dll. 
  • Insole(tidak terdapat digambar) : Bagian yang bersentuhan langsung dengan telapak kaki kita. Insole yang nyaman akan membuat kaki kita juga makin terasa nyaman untuk memijak.

Saturday, November 2, 2013

Dari Hobi Mendaki Gunung Kutemukan Saudara Baru


Dan jejak mereka tertinggal di gunung-gunung yang mereka singgahi
Jejak penuh kebahagian, keberanian, dan suka cita

Ditelan hiruk pikuknya Jakarta, dijejali asap tak bertanggung jawab kota, dan sombongnya bintang-bintang di malam hari di kota ini. Diam dan kurangnya kreatifitas tidak akan mampu menandingi dinamisnya hidup di zaman ini, di kota ini. Di sebuah ibu kota yang sudah terkenal dengan kesemrawutannya ini saya menemukan keluarga baru, keluarga yang sungguh dinamis dan unik, keluarga tempat saya meluangkan waktu untuk sekedar bertukar pikiran, belajar, dan melarikan diri dari kenyataan pikiran-pikiran jenuh yang kadang saya alami. Di sudut kota Jakarta, di sebuah rumah sederhana tapi kaya cinta. Dinahkodain oleh seorang pria pemberani yang beristrikan wanita modern jaman sekarang dan dikarunia peri kecil yang sungguh cantik dan pintar, Maha Besar Tuhan yang sudah menyatukan mereka.

Saya tidak ingat persisnya kapan mengenal mereka, yang jelas hobilah yang mempertemukan saya dan mereka. Kami memiliki hobi yang sama, yaitu mendaki gunung. Jangan tanyakan kami kenapa mempunyai hobi ini, karena tak akan bisa dijawab oleh deretan logika dan terlebih lagi saya bosan untuk menjelaskannya. Biarlah hobi ini yang mempertemukan saya dan saudara-saudara baru saya. 

Ary Darmawan, Hermin Setyocahyani, Naquita Darmawan
Saya enggan bertanya kenapa mereka naik gunung, tapi mungkin secara tidak langsung seiring dengan aktifnya lagi organisasi pecinta alam di salah satu sekolah menengah negeri di Jakarta yang kebetulan juga dekat dengan kostan saya di Jakarta, tempat dimana saya juga menemukan saudara-saudara baru. Dua tahun lalu kira-kira mereka mulai naik gunung bersama termasuk si kecil Naquita yang waktu itu masih berumur 4 tahun. Dimualai dengan mencicipi puncak gunung Gede, di Jawa Barat. Saya hanya menebak waktu itu bahwa bakal ada pendakian-pendakian selanjutnya. Ternyata tebakan saya benar, seandainya itu tebakan lotre pasti saya sudah menang banyak hehe.

Sambil menggelengkan kepala saya menulis tulisan ini, hampir tidak percaya sekaligus kagum atas apa yang mereka lakukan setelah kunjungan mereka ke gunung Gede. "Looo gila mas, looo gilaa mbak" kata-kata itu mungkin cukup mewakili kegilaan-kegilaan mereka selanjutnya. Gila luuu ndro, elu kali yang gila kas, iya si ndro tapi ada yang lebih gila dari gw ndro, siapa kas? itu orangnya di atas. Ada juga yang lebih gila dari lu ya kas, emangnye doi ngapain kas?. Pokoknye dengerin aje cerita gw deh kas.

Saya tidak pernah dekat keluarga seperti mereka sebelumnya yang suka naik gunung bareng, that's why it makes me interest to tell a story about them, a special family indeed!

Setelah pendakian ke Gede itu pula saya semakin dekat dengan mereka. Yang kita obrolin gak jauh-jauh dari peralatan gunung, waktu itu peralatan mendaki mereka belum terlalu komplit. Waaah kesempatan buat ngeracunin seketika itu keluar, berbekal sedikit pengetahuan dan kenalan beberapa rekan penjual peralatan gunung, berhasilah saya meracuni sedikit demi sedikit hahaha. Sambil menyelam minum air, sambil ngeracunin ya saya ambil untung juga jadi penghubung Mas Ary ke penjual, lumayan dapat tambahan buat beli rokok dah, haha piss maaas.

2012 nanjak bareng
Akhirnya kesampean juga ngrasain naik gunung bareng mereka. Bulan Juni 2012 direncanakan ke Semeru, yoih Semeru beroo. Kegilaan pertama sebelum keberangkatanpun terjadi, duhh ngomongin gila lagi dah. Tapi gapapa, buat saya ini emang gila. Lah emang kenapa kas kok gila?bentarr ndro ane belom selesai ngomong juga, plaaaak!!
Ceritanya janjian ni malem sebelum berangkat packing barang yang mau dibawa di rumah Mas Ary. Lah packing doank dibilang gila lu kas, biasa aja kali.....bentar ndro ane belom selesai ngomong, sekali lo nyela gw injek juga lo punya biji. 
Jadi barang yang mesti dibawa, terdiri dari 5 kardus gedhe yang isinya makanan semua, faaaak mimpi apa ini, gimana masukin ke keril, gimana rasanya di pundak. Setengah shock, seperempat kaget, tigaperempat lemes, akhirnya ane cuma bersandar di tembok, terharu, sambil mukul-mukul tu tembok (sumpah yang terakhir ini lebay dan fiktif). Baru sekali ini lihat logistik sebanyak itu buat di gunung. Oke berpikir santai kaya dipantai, selow kaya di pulau aiih sedap, tetep aja kepikiran gimana rasanya pundak dari ranupane sampe kalimati, antar kota antar propinsi dah pokoknya. Luuuu kira bus AKAP. Bebas, tulisan- tulisan sendiri ngapa luu protes sih brot, keyboard (nyambungnya dimanaaa damar).
Kembali ke topik daah. Akhirnya menyadari saya nggak sendirian, You'll Never Walk Alone, faak malah bawa tim musuh segala. Jadi, barang-barang logistik itu akhirnya diangkut anggota rombongan yang lain, yaitu 7 pangeran tampan nan rupawan yang menjelma jadi porter. Okesip gak sendiriaaan bero, teriak-teriak kegirangan, salto-salto depan belakang, kayaaaang!!!huraaay
Berangkaaaats....akhirnya hari keberangkatanpun tiba, rombongan naik mobil dari Jakarta sampai Malang dan saya sendiri naik burung besi ke surabaya lanjut ketemuan di Tumpang dan dua hari kemudia mulai start dari ranupani menuju ranukumbolo.
how cute that little girl with her pinky legging 
Kegilaan kedua berlanjut, ranukumbolo malem itu dinginya kaya di freezer beroo, aseli dingin banget sampe nusuk ke rahim coba dinginnya. "Lah emang lu punya rahim kas, oh iye maksud gw tulang ndro, rahim sama tulang kan jauuuh banget, ow iya, maklum dingiin ndro, lah lo ngetik kan lagi gak diranukumbolo kas, oh iya ya tapi gw lagi di Manchester sih, iyain aja dah... Glory Glory Manchester United!!!
Di tengah dinginnya ranukumbolo, ada suara yang bikin pecah heningnya ranukumbolo, si kecil nangis menjerit-jerit, Baru kali ini denger suara anak kecil nangis di gunung, kenceng lagi ngalahin sirine ISILOP. Ternyata si kecil nangis karena kedinginan. Setelah pakai sleeping bag punya anggota lain, yaitu si Iqbal akhirnya tak berapa lama si kecilpun mereda tangisannya kemudian lelap dalam tidurnya. Sambil ngetik bayangin Iqbal tidur tanpa sleeping bag jadi ngakak, buahahaha how pity you were. Tapi gapapa itu namanya kesetiakawinan bero. "kesetiakawanan kali kaaaas, bebas, ini negara democrazy ndroo, serah gw donk"

Hari kedua lanjut kalimati, gaaaaspol
Di hari kedua si kecil sudah gak rewel lagi, Alhamdulillah ketemu formulanya juga biar si kecil anteng, termasuk si kecil satunya. Gimana mau gak anteng, mengkeruuut sih iya. Debat dimulai, mengingat kondisi si kecil dan tim lain yg masih capek akhirnya rencana summit malam ini gagal total, dilanjutkan besok dari arcopodo. Pikiran saya melayang ke absen di kantor, duuuh 300rebu bakal kepotong lagi, mewek. Kalau jadwal molor berarti harus bolos sehari juga, iya kalau sehari, tapi kalaaaau...ah sudah lah yang penting tidur, besok masih harus ke arcopodo bawa beban.

Hari ketiga lanjut arcopodo, gaaaas lagi dah
Arcopodo

Kira-kira jam 14.00 lewat WIBMM Waktu Indonesia Bagian Molor Mulu jalan dari kalimati menuju arcopodo. Jam 17.00 lewat satu persatu sampai di arcopodo. Diriin tenda dan masak lanjuut tidur ngisi tenaga buat summit. Mencoba tidur tapi susah dan lagi-lagi si kecil menangis jejeritan setiap setengah jam sekali, gak tau berhentinya kapan akhirnya saya tidur beneran dan bangun jam 00.00 untuk siap-siap summit. Selesai masak, makan (spageti) sebenernya saya ndak doyan sama sekali sama spageti, tapi apa boleh buat tanpa mau menyinggung tim lain akhirnya makan juga hikks, akhirnya berangkat juga menuju mahameru. Seperempat perjalanan ke atas akhirnya Mas Ary menggendong si kecil Naquita dengan gendongan jawa, sedangkan saya sudah sendirian di depan. Sempat dilakukan estafet menggendong si kecil tapi pada akhirnya pada kewalahan, karena memang medan berpasir yang sangat menanjak akhirnya Mas Ary memutuskan membawa si kecil ke bawah dan tidak melanjutkan perjalanan ke atas. Puncakkk bukan segalanya.
Dari semua tim, cuma saya yang muncak, karena memang belum pernah. Tim yang lain cuma sampai cemoro tunggal (cemoronya sudah tumbang sih).
Betapa gigihnya Mas Ary yang pengen membawa si kecil ke atas, tapi betapa bertanggung jawabnya ketika menyadari kalau naik kepuncak waktu itu, dan kondisi seperti itu tidak bisa dipaksakan lagi. Good work maaas, someday you will reach the top!!
Akhirnya saya turun dari puncak sementara yang lainnya menunggu saya di kelik. Usut punya usut ternyata pada desperate muncak karena salah satu tim ada yang nyangkut ke sisi kiri jalur, siapa lagi kalau bukan Raihan van Hantu ahahah. Temen yang satu ini memang rajanya nyangkut deh. Sampai camp arcopodo, masak, tiduran bentar lanjut ranukumbolo lagi.

Hari ke empat, balik ranukumbolo, gaaaaass 
es di ranukumbolo
Waktu itu suhu ranukumbolo tidak kalah dinginnya dengan hari pertama, mak nyess. Alhamdulillah si kecil tidak rewel lagi dan si Iqbal tetep masih kedinginan lagi hahaha. Hari kelima bangun pagi rencananya mau lihat sunrise tapi rasanya badan tidak mau dikeluarkan dari sleeping bag, dingin banget. Kapan lagi kan kesini kalo cuma ngumpet di dalem sleeping bag doank kan ya, akhirnya keluar juga dr tenda dan mendapati bunga-bunga es menempel di tenda. Panteeees dinginya kebangetan, berasa jadi ikan yang lagi diawetin biar tetap seger di tumpukan es, lah kita dikata ikan, seger iya, mengkeruut lebih tepat.

Hari kelima perjalanan turun dari ranukumbolo menuju ranupani. Saya memutuskan balik ke Malang duluan untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Surabaya buat ngejar pesawat keesokan harinya sementara yang lainnya memutuskan menginap semalam lagi di Ranupani.

Hikmah dari packingan yang bikin shock tadi adalah, kebanyakan logistiknya susu Ult*a cair buat Naquita, ternyata saya juga yang ikut bantuin ngabisinnya hahaha, gak kekurangan gizi dah di gunung.

Tidak putus di semeru, 2 bulan kemudian meraka melakukan perjalanan ke gunung Rinjani, yan terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebenarnya saya juga pergi kesana tapi karena ada suatu hal tidak bisa bebarengan dengan Naqita family dan keberangkatannya pun selang satu hari. Tidak banyak yang saya saksikan langsung tentang mereka waktu itu, tetapi mendengar keluarga tersebut selamat dan sehat sampai kebawah lagi rasanya juga sudah cukup senang. Lebih senang lagi sebenarnya kalau waktu itu kita bisa nanjak bareng ya Naquita hehe. Tahun 2012 pun akhirnya ditutup dengan mengunjungi gunung Lawu.
Lawu meen

2013 makiin menggila
Di tahun ini praktis aktifitas saya di gunung sama sekali bisa dikatakan enol karena alasan kesehatan yang membuat saya mudah drop. Berbanding terbalik dengan Naquita yang jalan-jalan terus ke gunung, kali ini lebih-lebih dari tahun sebelumnya. Sampai dengan blog ini saya tulis, lengkap sudah 5 gunung yang didaki, mulai dari papandayan, merapi, merbabu, kerinci, dan terakhir argopuro. Eiiits iya, bulan November ini juga sudah direncanakan berkunjung kembali ke rinjani, hahaha gila loo maaaas gilaaa. Yang paling bikin seneng yaitu, sekarang Naquita sudah gak sering rewel lagi di gunung. "Yaiiiya lah kaaas tu gunung lama-lama kaya halaman belakang rumahnya aja kali, nah itu tau ndro". 

Dari pertama kali kenal sampai sekarang, tidak ada yang beruba sama sekali dari keluarga itu. Tetap humble, tetap besar hati, dan yang pasti tetap dinamis. Semoga Tuhan YME selalu melindungi kalian dan selalu meberikan yang terbaik kedepannya.

Terimakasih buat Mas Ary dan keluarga sudah sering saya repotin, sering numpang makan, apalagi tidur di rumah, yang sering buat tempat curhat-curhatan. If there's a place like my 2nd home, it is there. Pesen saya sih tetep jaga kesehatan buat kalian bertiga supaya bisa terus jalan-jalan menikmati Indonesia. I love you


Kerinci
Merapi
Papandayan
Merbabu


Friday, August 2, 2013

Tidak Bisa Download Dari Google Play Pakai Kartu 3 ?

Hallo sobat pengguna android, kali ini saya mau share masalah yang kerap terjadi bagi para pemakai gadget android dengan memakai layanan internet dari kartu 3. Kadang kita tidak tidak bisa mendownload aplikasi dari play store dengan menggunakan layanan internet dari 3 ini. Berikut ini tips sederhana bagi yang mempunyai masalah tersebut diatas :
  1. Buka menu setting
  2. Masuk menu wireless & network
  3. Masuk ke mobile network
  4. Masuk Access Point Names
  5. Pilih 3-WAP
  6. Lihat menu proxy yang ada disana, kemudian hilangkan angka proxy yang ada disana, kemudian kembali lagi di menu utama, selesai
Simpel bukan ?

Bagi yang menu mobile datanya tidak kelihatan setelah dihilangkan proxynya, silakan restart gadget kalian maka akan muncul lagi seperti semula


Selamat mencoba

Wednesday, July 31, 2013

Review Kompor Lapangan BULIN BL 100 B5




Seiring dengan maraknya aktifitas di bidang kegiatan alam terbuka, tak disangkal peralatan yang lengkap dan maksimal sangat membantu kelancaran dan kenyamanan kegiatan satu ini tak terkecuali peralatan memasak di lapangan. Kali ini penulis akan mencoba mereview kompor lapangan Bulin BL 100 B5

Kelebihan dari kompor ini :
  1. Tergolong kompor yang ringan (153 gram)
  2. Mempunyai pre heat pipe yang berfungsi agar gas tidak menggumpal dalam kondisi dingin sehingga nyala api bisa stabil
  3. Simmering / pengaturan nyala api bisa diatur sangat kecil, sehingga memudahkan memasak makanan yang membutuhkan api yang kecil misalnya memasak nasi
  4. Harga relatif terjangkau, sekitar Rp 230.000,00 
Kekurangan :
  1. Kaki-kaki kurang stabil
  2. Dibutuhkan adapter untuk bisa disambungkan ke tabung gas macam hi cook yang banyak beredar di Indonesia
 Penulis sempat memvideokan kompor ini dengan mencoba mendidihkan 750ml air
Alat yang dipersiapkan :

  1. Cookset alumunium
  2. Kompor BL 100 B5
  3. Air 750ml
  4. Korek api

Hasilnya, dalam suhu ruangan sekitar 25' C , kompor ini bisa mendidihkan air sebanyak 750ml selama 3.43'

Bagi teman-teman yang masih bingung mencari kompor lapangan, kompor merk bulin khususnya seri BL 100 B5 cukup saya rekomendasikan

Sekian dari penulis, semoga bermanfaat

Salam Lestari

Thursday, July 25, 2013

Booking Online untuk Mendaki Semeru Sudah Diresmikan

Demi menciptakan kenyamanan pelayanan para pendaki, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ( BBTN BTS ) kini menyediakan layanan pendaftaran pendakian ke Gunung Semeru secara online.

Menurut Juru Bicara Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTN BTS), Nova Elina, Rabu 24 Juli 2013, para pendaki sudah bisa mendaftar melalui situs Bromo Tengger Semeru

"Uji cobanya sudah tiga bulan lalu, saat akan diterapkan secara serius dan sudah berjalan," kata Nova Elina.

Tujuan dibukanya pendaftaran secara online, ialah demi memberikan kemudahan bagi pendaki yang berasal dari luar Jawa. "Karena, pendaki hanya cukup mengisi biodata meliputi nama, alamat, rombongan terdiri dari minimal tiga orang dan maksimal 10 orang," katanya.

Setelah mendaftar, para pendaki akan mendapatkan kode booking untuk ke pos pendakian Ranupani Lumajang. Di Ranupani, pendaki membayar kontribusi, karcis masuk masuk kawasan taman nasional dan pendakian Gunung Semeru.

"Setiap pendaki membayar retribusi Rp 4.500 dan asuransi sebesar Rp 2.500," katanya.

Menjelang upacara bendera kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus mendatang, di puncak Gunung Semeru, pihak BBTN BTS membatasi maksimal 600 pendaki di Puncak Semeru nantinya. "Namun, upacara juga akan diselenggarakan di Kali Mati, Ranu Gumbolo, dan Ranu Pani," katanya.  src

Sumber :

http://www.bromotenggersemeru.com/

Ultralight Hiking

Ultralight Hiking, secara garis besar dapat dijabarkan dengan kegiatan hiking yang menggunakan peralatan dan perlengkapan yang ringan dan praktis.

Apa tujuan utama seorang hiker menggunakan peralatan serba UL (ultralight) :

1. Jelas, mereka menginginkan barang bawaan mereka menjadi lebih ringan dalam setiap kegiatan mereka di alam terbuka.

2. Praktis, barang-barang tersebut diciptakan atau dibuat dengan salah satu tujuan utamanya yaitu guna membuat si pemakai merasa praktis untuk menggunakannya dan mengemasnya.

3. Dari kedua penjelasan di atas tentu saja ada hasil utama yang ingin dicapai oleh para UL hikers, yaitu efesiensi tenaga dan waktu menempuh perjalanan. Dengan beban yang berat otomatis membutuhkan tenaga yang lebih untuk membawanya dan sebaliknya, dengan beban yang ringan akan semakin sedikit pula energi yang terpakai untuk membawanya.

Lalu, apakah dengan beban yang ringan tersebut faktor keselamatan dan keamanan dari perlengkapan itu sendiri dilupakan?tidak. Dengan semakin majunya teknologi, tentu saja para produsen tidak akan asal-asalan membuat produknya untuk dijual dengan mengabaikan faktor keselamatan para pembelinya. Perlengkapan UH sendiri sebenarnya sama fungsinya dengan perlengkapan konvensional sebelumnya, hanya saja mereka para produsen mereduksi berat dan efisiensi daripada produk yang mereka buat tanpa menghilangkan fungsi dan keselamatan para penggunanya.

Ingin menjadi ultralight hiker?pahami terlebih dahulu konsepnya, baru gunakan peralatanya untuk menemani kegiatan alam terbuka kita. Jangan pula melakukan kegiatan bodoh dengan menggunakan peralatan seadanya dan tidak lengkap dengan tujuan untuk memperingan beban bawaan kita, misalnya :

1. Jas hujan / rainwear, misal cuaca sedang cerah dan kita berencana melakukan pendakian gunung tapi kita tinggalkan begitu saja agar beban di ransel tidak terlalu berat. Ingat, cuaca di gunung susah untuk ditebak.

2. Ransel / carrier / keril. Kita berada dalam negara tropis dan sama-sama kita ketahui bahwa hutan di wilayah beriklim tropis cenderung lebat. Jangan menggunakan ransel yang terlalu tipis.

3. Tidak membawa tenda atau hanya menggunakan sebuah flysheet atau ponco. Kalau saya pribadi dan mungkin kebanyakan orang, kita melakukan kegiatan apapun pasti ingin mendapatkan rasa nyaman termasuk kegiatan yang satu ini yaitu mendaki gunung. Apa yang terjadi jika kita hanya menggunakan ponco atau flysheet sedangkan cuaca mendadak tidak bersahabat. Kita tentu saja tidak ingin tidur dalam kondisi basah, tidur dalam kondisi kedinginan, lalu apa yang bisa kita nikmati?selain nyawa juga yang menjadi taruhannya.

Oleh karena itu, jika kita ingin mencoba memakai peralatan mendaki yang ringan pelajari dahulu konsepnya dan peralatan yang ingin kita beli. Berikut ini tips dari penulis tentang peralatan yang mungkin bisa dijadikan gambaran untuk memulai menjadi Ultralight hiker

1. Brand/merk, menurut saya sendiri menilik dari pengalaman, belilah peralatan UL dari sebuah merk dagang yang sudah terkenal dan kompeten di dunia dalam menyediakan berbagai peralatan yang menunjang para pelaku kegiatan alam terbuka, khususnya UH. Meskipun lebih mahal tapi saya rasa sesuai dengan apa yang didapatkannya

2. Karena kita hidup di negara tropis yang mempunyai kelembaban yang tinggi, ada baiknya kita membeli tenda dobel layer untuk mengurangi kondensasi yang disebabkan perbedaan suhu di dalam dan di luar tenda. Referensi merk sendiri untuk kategori ini penulis memberikan beberapa gambaran karena pernah mempunyai beberapa yaitu, mountain hardwear twinarch, nemo losi, eiger lightness, big agnes copper spul, dan vaude hogan.

3. Sebelum melakukan kegiatan ini, terlebih dahulu kenali medan tujuan perjalanan anda sehingga peralatan yang kita bawa bisa diperkirajan terlebih dahulu.

Sekian dari penulis, semoga bermanfaat